|
kita pasti menangis saat dikhianati dan disakiti orang-orang yang selama ini dianggap sebagai teman baik. kita meneteskan air mata kala sesuatu yang kita miliki dan sangat berharga dalam hidup ini hilang. dalam kondisi seperti ini, kiranya wajar buliran air bening keluar dari kelopak mata karena kepentingan duniawi. lalu kapan waktu untuk meneteskan air mata karena mengingat kebesaran, mensyukuri nikmat dan membayangkan betapa beratnya siksaan Allah SWT. di akherat kelak?
menangis terkadang diindentikkan dengan kecengengan,kerapuhan dan berbagai identitas yang dikaitkan dengan kelemahan jiwa. itulah sebabnya tangis sering dikesankan negatif. akan tetapi pada kenyataannya, linangan air mata kerap menjadi bagian dari proses penenangan jiwa. dalam tangis seseorang sering menemukan kepuasan dan kesyahduan. "maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan" (QS At-Taubah:82) agar kita lebih banyak meluangkan waktu untuk mengintropeksi diri dalam kehidupan dengan merenungi apa yang sudah kita lakukan. tidak perlu disesali bila dari hasil proses perenungan itu kita menangis karena menyadari betapa banyaknya kesalahan dan kesombongan diri ini, sehingga melupakan keberadaan Allah SWT. yang sejatinya memberikan kekuatan, anugerah dan rahmat. |
| Aisha September 16, 2005 10:47 AM PDT Menangis di dunia dan tersenyum di akhirat, what could be better than that, Nice post indeed. :) | ||
| john September 15, 2005 06:51 PM PDT nangis ni yee..nangis bareng yuk..hehehe | ||
| Ogarite September 15, 2005 01:12 PM PDT kenapa saat kesedihan melanda seringkali kita bersimpuh di hadapannya.. ? giliran happy dg gampangnya kita melupakanNya :) apa cukup proses bersyukur hanya dg busa terimakasih semu dari seorang hamba :) | ||
| vebby September 15, 2005 12:00 AM PDT kalo menangis untuk Nya itu sih ga papa teh!!!!tapi kalo menangisi sesuatu yang tidak terlalu penting itu sih buang waktu aja hehehehe......ngerti kan? | ||
| Leave a Comment: |