 |
tinamutienFemale Qatar
...Sepotong kisah kehidupan,manis maupun pahit,pasti mengandung hikmah yang membuat kita lebih bijaksana...
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
 |
Friday, September 16, 2005
alow...alow... tante tante dan om om semuanya..,akhirnya bisa juga arieq muncul di blog mamah..,susah sekali nyari photo yang bagus bwat dipasang di blog nya mamah biar bisa nampang hehehe,akhirnya dapat yang ini walaupun ga bagus juga....,
lam kenal ajah, bwat: dede akbarnya tante widi, dede rafinya tante rosy, dede patricknya tante vivie, dede izqanya tante ervi, dede farelnya tante lucy, dede farellnya tante rhien sama sama tinggal diqatar, dede hikarinya tante devina, mba chachanya tante tina, dede femmy salsabila, lily n kayla, pokoke bwat semuanya deh...salam

Posted at 12:21 am by tinamutien
Permalink
Wednesday, September 14, 2005
menangis seperti halnya tertawa dan gembira, merupakan luapan emosi nurani seseorang terhadap sesuatu yang dirasakan serta dialaminya yang sesungguhnya terkait dengan fitrah manusia. bila manusia tidak menangis, berarti dia mengingkari kodratnya sebagai mahluk Tuhan yang memiliki kelemahan, kekurangan dan ketidakberdayaan.
kita pasti menangis saat dikhianati dan disakiti orang-orang yang selama ini dianggap sebagai teman baik. kita meneteskan air mata kala sesuatu yang kita miliki dan sangat berharga dalam hidup ini hilang. dalam kondisi seperti ini, kiranya wajar buliran air bening keluar dari kelopak mata karena kepentingan duniawi. lalu kapan waktu untuk meneteskan air mata karena mengingat kebesaran, mensyukuri nikmat dan membayangkan betapa beratnya siksaan Allah SWT. di akherat kelak?
menangis terkadang diindentikkan dengan kecengengan,kerapuhan dan berbagai identitas yang dikaitkan dengan kelemahan jiwa. itulah sebabnya tangis sering dikesankan negatif. akan tetapi pada kenyataannya, linangan air mata kerap menjadi bagian dari proses penenangan jiwa. dalam tangis seseorang sering menemukan kepuasan dan kesyahduan.
"maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan" (QS At-Taubah:82)
agar kita lebih banyak meluangkan waktu untuk mengintropeksi diri dalam kehidupan dengan merenungi apa yang sudah kita lakukan. tidak perlu disesali bila dari hasil proses perenungan itu kita menangis karena menyadari betapa banyaknya kesalahan dan kesombongan diri ini, sehingga melupakan keberadaan Allah SWT. yang sejatinya memberikan kekuatan, anugerah dan rahmat.
Posted at 08:48 pm by tinamutien
Permalink
Monday, September 12, 2005
...Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Menjadi Milik Kita...
dalam perjalanan hidup ini sering kali kita merasa kecewa,sesuatu yang luput dari genggaman,keinginan yang tidak tercapai,kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan, akhirnya angan-angan ini lelah dengan berandai-andai ria, sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora didalam jiwa.
dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran.masih ada kekuatan untuk melangkah kaki menuju majlis-majlis ilmu,majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan dalam ketentraman jiwa.
hidup ini ibarat belantara.tempat kita mengejar berbagai keinginan. dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak,mempunyai keinginan.tetapi tidak setiap yang kita inginkan tidak terbukti,tidak bisa setiap yang kita mau bisa tercapai.dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi.banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses,harus bahagia atau harus-harus yang lain.
betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah SWT,hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar.padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita.padahal hakekatnya kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.
apa yang memang menjadi jatah kita di dunia,entah itu rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan. tetapi apa yang memang bukan menjadi milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi ini dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam (Lauh Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi ALLAH. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan NYa kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS.Al-Hadid;22-23)
demikian juga yang sedang galau terhadap jodoh. kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: harus dia Ya Allah...harus dia,karena aku sangat mencintainya. seakan kita jadi yang menentukan segalanya,kita meminta dengan paksa.dan akhirnya walaupun Allah SWT memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. bisa jadi Allah SWT tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori.
"...boleh jadi kalian membenci sesuatu,p padahal ia amat baik bagi kalian. dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui kalian tidak mengetahui." (QS.Al-Baqarah; 216)
maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang rasa kita perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia diakhirat. karena seorang mukmin tidak hidup untuk didunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup diakhirat kelak.
jangan tangisi apa yang bukan menjadi milik kita....
Posted at 08:13 am by tinamutien
Permalink
Thursday, September 08, 2005
Yang pertama;
hari kemarin. Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah
terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...
Yang kedua:
hari esok. Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...
Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup;
pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda
mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan
esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan
hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,
meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,
karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain
bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda
sendiri
Posted at 03:19 pm by tinamutien
Permalink
Tuesday, September 06, 2005
Apakah Cinta Kasih terpisah dari Nafsu Berahi? biasanya jawabannya tegas:Ya!
Cinta adalah kasih,tapi bukan nafsu berahi.Nafsu Berahi adalah rangsangan seksual yang merupakan mekanisme biologis di luar cinta,apalagi kasih.Konon,keduanya bersebrangan bagaikan bumi dan langit.
Mungkinkah Cinta tanpa Nafsu Berahi atau Nafsu Berahi tanpa Cinta?sekali lagi jawabannya akan tegas:Ya! Tetapi, bagaimana praktiknya,lain lagi. Walau cinta bukan nafsu dan nafsu bukan cinta,nyatanya keduanya cepat atau lambat menjadi baur. Cinta akan diselusupi nafsu sebagai api pembakarannya sehingga ada dinamika.
Cinta dan Nafsu ternyata dua serangkaian yang berkomplot. Saling tarik bagaikan dua kutub Magnet.Persoalannya,dimana posisi kita? apakah kita bisa berkomplot dalam ikatan pernikahan dengan lawan yang berbeda posisi?Mungkin dengan berbeda posisi bisa saling mengisi yang membangun harmoni?.
Atau sebaliknya,pagi-pagi kita sudah angkat kaki karena melihat ada neraka?sebab, bagaimana mungkin nafsu yang sudah kita anggap sebagai bahan bakar cinta harus dimusnahkan. Dan sebaliknya juga,akan mustahil cinta yang bagi kita kudus mesti dikotori dengan syahwat.
Ada kesulitan untuk mengetahui posisi masing-masing dimasa pacaran. Karena,kedua belah pihak saling berusaha menyembunyikan kekurangan dan menutupi kemungkinan yang bisa mengganggu kemesraan. Barangkali itu sebabnya kenapa mesti ada masa pertunangan. Masa tawar-menawar secara lebih baik dan blakblakan. Celakanya,putusnya pertunangan sering dianggap aib. Apa pun hasil penjajakan,pertunangan mesti diteruskan dengan pernikahan.Akibatnya pertunangan tersebut tidak efektif sebagai masa penjajakan.
Kotorkah cinta bila seseorang selalu terangsang nafsu berahi oleh pasangan hidupnya sendiri?Ternodakah sebuah pernikahan apabila dalam kehidupan perkawinan nafsu berahi antara suami-istri selalu berkorbar-korbar?
Memang,nafsu dimotivasi oleh ketertarikan jasmani. Tapi disini pun sudah ada faktor rasa,yang bisa meningkat menjadi simpati dan kemudian bisa saja menjadi cinta.Ada juga Nafsu yang mata gelap karena semata-mata dorongan kebutuhan biologis,tidak ada pertimbangan rasa,tidak ada pertimbangan apa-apa.Barangkali itu yang merupakan produk setan,yang bersebrangan dengan cinta,bagai siang dan malam.
Semestinya Nafsu dalam pernikahan tidak lagi ditutup-tutupi bahwa itu adalah bagian dari karunia manusia,asal dalam batas yang wajar.
Nafsu yang sehat harus diberi tempat dalam kehidupan cinta yang terhormat.Karena,apa bila nafsu dalam tanda petik tidak diberikan hak,kehidupan pernikahan masa kini akan semakin goyah.Merebaknya kawin cerai mungkin tidak semuanya disebabkan oleh melemahnya tekad kedua belah pihak untuk saling mencintai,tetapi karena "nafsu"tidak diberikan ruang yang semestinya.
Posted at 01:30 pm by tinamutien
Permalink
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|